Search TRAFFIC

NOTE: Please see instructions here to search inside TRAFFIC's PDFs

Subscribe to news

STAY UP TO DATE

news, studies, issues and events from the world of wildlife trade.



Instagram
Also of interest

Wildlife crime is serious - watch the video!

...............................................................

Interested in a Masters in Conservation Leadership at the University of Cambridge? More details...

...............................................................

TRAFFIC is grateful for the financial contribution from The Rufford Foundation towards this website

Useful links
Focus on

Behaviour change l Conservation awareness l Enforcement

...............................................................

Iconic wildlife

Apes l Bears l Deer l Elephants l Leopards l Marine turtles l Pangolins l Reptiles l Rhinos l Sharks & rays l Tigers l others

...............................................................

Forestry

Timber trade

...............................................................

Fisheries

Fisheries regulation

...............................................................

Medicinal plants

Medicinal and aromatic plants

...............................................................

Wildmeat

Wildmeat resources

...............................................................

Pets & fashion

Wild animals used for pets & fashion

...............................................................

Regions

Africa l Americas l Asia l Australasia l Europe l Middle East

...............................................................

International Agreements

CBD l CITES l CMS

...............................................................

« Transaksi ilegal satwa liar: dampak lemahnya regulasi penangkaran di Indonesia | Main | Perdagangan satwa menyebabkan kepunahan burung-burung Indonesia »
Thursday
Aug112016

Margasatwa burung Indonesia dijarah untuk memasok pasar-pasar burung di Jawa

Zoothera sibirica © Gabriel Low Jakarta, Indonesia, 11 Agustus 2016 — Perdagangan burung asli Indonesia berlangsung dan berkembang pesat, jauh melampaui pasar-pasar burung terkenal di Jakarta, sebagaimana dilaporkan dalam sebuah hasil studi baru dari TRAFFIC yang terfokus pada pulau Jawa bagian tengah dan timur.

Hampir 23.000 burung tercatat di lima pasar di Surabaya, Yogyakarta, dan Malang dalam survei yang berlangsung selama tiga hari, dengan indikasi jelas bahwa sebagian besar burung-burung ini diambil secara ilegal dari alam liar.

Menjual Kepunahan - Perdagangan Burung di Jawa Timur dan Jawa Bagian Tengah (PDF, 3 MB) melaporkan bahwa 28 dari 241 spesies yang diperdagangkan dilindungi sepenuhnya oleh hukum Indonesia, yang berarti larangan terhadap semua kegiatan perburuan dan perdagangan. Spesies yang dilindungi ini mencakup tujuh ekor Jalak Putih (Acridotheres melanopterus), spesies yang kritis terancam punah (Critically Endangered) yang hanya ditemukan di Pulau Jawa dan Bali, dan seekor Poksay Kuda (Garrulax rufifrons), spesies yang terancam punah (Endangered) yang hanya ditemukan di Pulau Jawa.

Burung asli Indonesia hanya boleh ditangkap sesuai dengan jumlah kuota yang dialokasikan oleh pihak berwajib. Akan tetapi, tidak ada kuota semacam ini yang telah diberikan, kecuali untuk beberapa tujuan penggunaan, misalnya bila burung yang ditangkap digunakan sebagai stok pembiakan untuk usaha penangkaran komersial.

“Besarnya skala perdagangan ini sangat mencengangkan. Hampir semua burung-burung ini adalah spesies asli Indonesia, 15% di antaranya tidak dapat ditemukan di tempat lain di bumi ini – perkiraan nasib bagi beberapa populasi burung liar Indonesia sangat mengkhawatirkan,” ujar Serene Chng, Programme Officer TRAFFIC dan salah satu penulis laporan terbaru ini.

Survei ini melengkapi sebuah inventarisasi serupa yang dilakukan di Jakarta pada tahun 2014, yang mencatat 19.036 ekor burung yang dijual dalam periode tiga hari, dan memperkuat ancaman terhadap burung liar di Indonesia, negara yang memiliki jumlah terbesar spesies burung yang terancam di Asia.

Bila dibandingkan dengan kondisi pasar-pasar burung di Jakarta, survei ini mencatat lebih banyak spesies-spesies dan subspesies endemik Indonesia, terutama dari Indonesia timur, di pasar-pasar burung di Jawa bagian tengah dan timur.

“Sebagian besar burung yang ditemukan dijual di pasar-pasar ini seharusnya tidak berada di pasar tersebut,” ungkap Dr. Chris R. Shepherd, Regional Director TRAFFIC di Asia Tenggara. “Pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan tegas terhadap para pedagang yang terlibat – ini adalah waktunya untuk menghentikan perdagangan burung ilegal di Indonesia untuk selamanya.”

TRAFFIC juga menghimbau Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan perlindungan hukum terhadap spesies yang terancam oleh kepunahan. Antara lain mencakup Poksay Sumatera Garrulax bicolor yang perlu disertakan ke dalam daftar spesies dilindungi dalam aturan hukum margasatwa Indonesia yang sedang dirivisi saat ini.

Satu spesies lain yang menjadi sumber kekhawatiran adalah Cicadaun Besar Chloropsis sonnerati, yang ditemukan dalam jumlah besar baik dalam studi ini maupun dalam survei sebelumnya di Jakarta, sementara lebih dari seribu tercatat dalam sejumlah penyitaan yang berlangsung pada akhir tahun 2015.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Elizabeth John, Senior Communications Officer, TRAFFIC di Asia Tenggara Tel: 03-7880 3940 Email: elizabeth.john@traffic.org

Dr Richard Thomas, Global Communications Co-ordinator TRAFFIC di Inggris, Tel: +44 1223 651782 Email: richard.thomas@traffic.org

Tentang TRAFFIC
TRAFFIC, jaringan pemantau perdagangan satwa liar, bekerja untuk memastikan bahwa perdagangan tanaman dan tumbuhan liat tidak menjadi ancaman terhadap konservasi alam. TRAFFIC adalah aliansi strategis antara IUCN dan WWF. www.traffic.org